Blended Learning

Ada banyak konsep yang menempel dengan pengertian e learning, antara lain ada online learning dan ada tentang blended learning. Karena sudah banyak yang bahas tentang online learning, saya bahas Blended Learning aja ya.

Blended learning merupakan konsep pembelajaran yang saat ini sering dikumandangkan di kalangan pembelajaran, banyak pihak yang mengeluarkan pendapat mengenai pengertian dari Blended Learning, antara lain:

Blended learning combines the best aspects of online learning, structured face-to-face activities, and real world practice. Online learning systems, classroom training, and on-the-job experience have major drawbacks by themselves. The blended learning approach uses the strengths of each to counter the other weaknesses.

Dari pengertian yang disampaikan di atas dikatakan bahwa blended learning menggabungkan aspek terbaik dari pembelajaran online, pembelajaran tatap muka, dan pembelajaran praktek pada dunia nyata. Sistem pembelajaran online, pembelajaran di kelas, dan pengalaman di tempat kerja masing-masing memiliki kelemahan, namun demikian pada pada pendekatan blended learning menggabungkan kekuatan dari masing-masing untuk melawan kelemahan-kelemahan tersebut. Selain itu, terdapat definisi lain mengenai pembelajaran blended learning, yaitu: terdapat 3 uraian Blended learning yang dikemukakan oleh Graham, Allen dan Ure yaitu :

  1. Kombinasi antara model pembelajaran.
  2. Kombinasi antara metode pembelajaran.
  3. Kombinasi antara online learning dengan pembelajaran tatap muka.

Definisi lain juga diberikan oleh Driscool & Carliner, kedua ahli tersebut mendefinisikan:

blended learning integrates –or blends-learning programs in different formats to achieve a common goal.

yang dapat diartikan blended learning mengintegrasikan –atau menggabungkan- program, belajar dalam format yang berbeda dalam mencapai tujuan umum. Blended learning merupakan sebuah kombinasi dan berbagai pendekatan di dalam pembelajaran. Sehingga dapat dikatakan bahwa blended learning adalah metode belajar yang menggabungkan dua atau lebih metode dan pendekatan dalam pembelajaran untuk mencapai tujuan dari proses pembelajaran tersebut.

Menurut Driscoll & Carliner blended learning juga dapat berupa pengintegrasian materi dalam format yang berbeda. Misalnya suatu program blended learning dimulai dengan penyampaian materi prerequisite secara asyncrounous, kemudian penyampaian materi berikutnya dilakukan melalui kelas virtual. Dalam bukunya pula Driscoll & Carliner mereview hasil penelitian yang dilakukan Rosset, Douglis, and Frazee, mereka melihat bahwa semua dapat dipadukan dalam blended learning, apakah itu kelas konvensional dengan e-learning, dua jenis e-learning, atau dua jenis atau lebih pembelajaran off-line, mereka menunjukkan bahwa program blended learning memadukan materi yang disampaikan dalam kelas tradisional, kelas virtual synchronous, dan pembelajaran asyncrounous.

Jika di atas telah diuraikan mengenai definisi-definisi Blended Learning yang mengungkapkan bahwa Blended Learning adalah pencampuran keunggulan-keunggulan pembelajaran online learning dan pembelajaran tatap muka, maka definisi Blended Learning di bawah ini mengungkapkan perpaduan komposisi metode online learning dan tatap muka.

The definition of an online program or blended program is similar to the definition used for courses; an online program is one where at least 80 percent of the program content is delivered online and a blended program is one where between 30 and 79 percent of the program content is delivered online.

Dari definisi blended learning diatas akan lebih dijelaskan lagi kedalam bentuk tabel dibawah ini yang akan menunjukkan bagaimana pengalokasian waktu dalam blended learning.

Tabel Klasifikasi perkuliahan.

Proportion of Content Delivered Online

Type of Course

Typical Description

0% Traditional Course with no online technology used – content is delivered in writing or orally.
1 to 29% Web Facilitated Course which uses web-based technology to facilitate what is essentially a face-to-face course. Uses a course management system (CMS) or web pages to post the syllabus and assignments, for example.
30 to 79% Blended/Hybrid Course that blends online and face-to-face delivery. Substantial proportion of the content is delivered online, typically uses online discussions, and typically has some face-toface meetings.
80+% Online A course where most or all of the content is delivered online. Typically have no face-to-face meetings.

Berdasarkan beberapa uraian di atas, maka dapat disimpulkan pengertian blended learning adalah perpaduan pembelajaran berbasis tatap muka dan online learning dengan komposisi online learning sebanyak 30-79.

Untuk menyelenggarakan Blended Learning terdapat 6 hal yang perlu diperhatikan, keenam hal tersebut adalah:

  1. Penyampaian bahan ajar dan penyampaian pesan-pesan yang lain (seperti pengumuman) secara konsisten.
  2. Penyelenggaraan pembelajaran melalui blended learning harus diselenggarakan secara serius.
  3. Bahan ajar yang diberikan harus selalu mengalami perbaikan (update) baik itu formatnya, isinya maupun ketersediaan bahan ajar yang memenuhi kaidah bahan ajar mandiri.
  4. Alokasi waktu bisa dimulai dengan formula awal 75:25 dalam artian bahwa 75% waktu digunakan untuk pembelajaran online dan 25% waktu digunakan untuk pembelajaran secara tatap muka (konvensional).
  5. Alokasi waktu tutorial sebesar 25 % untuk tutorial dapat digunakan khusus bagi mereka yang tertinggal,  Namun bila tidak memungkinkan maka waktu tersebut dapat digunakan untuk menyelesaikan kesulitan mahasiswa dalam memahami bahan ajar.
  6. Dalam blended learning diperlukan kepemimpinan yang mempunyai waktu dan perhatian untuk terus menerus berupaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

Menurut e-TQM College Blended learning Approach blended learning didefinisikan yaitu:

Blended learning is the combination of multiple approaches to learning. Blended learning can be accomplished through the use of ‘blended’ virtual and physical resources. A typical example of this would be a combination of technology-based materials and face-to-face sessions used together to deliver instruction. In the strictest sense, blended learning is anytime any instructor combines two methods of delivery of instruction. Currently this area is divided into the following 3 sub areas.

Dari definisi  tersebut dijelaskan bahwa blended learning merupakan gabungan atau kombinasi dari dua atau lebih metode atau elemen untuk menyampaikan materi dalam pembelajaran. Dijelaskan  terdapat 3 komponen dari blended learning yaitu online learning, pembelajaran tatap muka atau konvensional, dan belajar mandiri.

 

Online learning dikombinasikan dengan pembelajaran tatap muka yang akan dibagi berdasarkan alokasi waktu yang telah disepakati. Dari definisi para ahli tersebut maka dapat disimpulkan bahwa blended learning adalah pengkombinasian atau pencampuran dua atau lebih komponen atau metode pembelajaran untuk mendapatkan hasil belajar yang diharapkan. Dari definisi para ahli tersebut juga maka sebagian besar komponen yang dicampur atau dikombinasikan dalam blended learning adalah online learning dengan pembelajaran tatap muka.

 

Referensi

Soekartawi. Blended learning : Alternatif Model Pembelajaran Jarak  Jauh Di Indonesia (http://uny.ac.id) diunduh 1 Februari 2010.

Curtis J.Bonk, Charles R. Graham. “The Handbook of Blended learning “ (USA:Pfeiffer, 2006)

Margaret Driscoll, Saul Carliner. Advanced  Web-based Training Strategies: Unlocking Instructionality Sound Online learning (San Fransisco: Pfeiffer, 2005)

I. Elaine Allen, Jeff Seaman, and Richard Garrett, Blending In The Extent and Promise of Blended Education in the United States, Sloan-C™, 2007.

Soekartawi. Blended learning : Alternatif Model Pembelajaran Jarak  Jauh Di Indonesia (http://uny.ac.id) diunduh 1 Februari 2010.

http://www.etutors-portal.net/portal-contents/blended, diunduh tanggal 10 November 2009


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>